MEREALISASIKAN KEDAMAIAN MELALUI TAT TWAM ASI
MEREALISASIKAN KEDAMAIAN MELALUI
TAT TWAM ASI
Oleh : Ida Ayu Made
Purnamaningsih
Tat
Twam Asi suatu kata yang sangat indah didengar dan sangat indah untuk
diucapkan, namun hal tersebut sangatlah sulit untuk dilaksanakan dalam
kehidupan keseharian kita. Mengapa demikian? Tentu karena sebagaian besar dari
kita belum memiliki kesadaran yang kuat tentang konsep tat twam asi tersebut.
Hal ini diakibatkan oleh kebiasaaan-kebiasaan perilaku kita yang barangkali
sudah terlanjur dirasakan nyaman selama ini.
“Tat Twam Asi”, yang berarti aku adalah
kamu, pengertian yang begitu sederhana. Segala sesutu yang dilakukan untuk
menyakiti hati orang lain, itu juga menyakiti kita. Segala hal yang dilakukan
untuk kebaikan dan membuat orang lain menjadi senang, itu membuat kita merasa
senang pula. Apapun yang kita lakukan di dunia ini untuk berbuat baik ataupun
tidak baik selalu ada phalanya atau hasil dari perbuatan itu. Semua perbuatan
yang hendak dilakukan terlebih dahulu kita pikirkan dengan wiweka yaitu suatu
kemampuan atau pemahaman untuk dapat membedakan, menimbang-nimbang antara
perbuatan baik dan buruk itu.
Dalam kitb sarasamuccaya sloka 136
yang menyebutkan :
इवतम् यह् स्वयम् हिच्चेतकथम्
सोऽन्यन् प्रघतयेत्।
यद्यदत्मनि हिच्चेत्
तत् परस्यपि चिन्तयेत्॥
सोऽन्यन् प्रघतयेत्।
यद्यदत्मनि हिच्चेत्
तत् परस्यपि चिन्तयेत्॥
Jivatam yah svayam hicchetakatham,
So’ nyan praghatayet,
Yadyadatmani hicchet,
Tat parasyapi cintayet.
Artinya :
Bila orang itu sayang akan hidupnya, apa sebabnya ia itu ingin memusnakan hidup
makhluk lain; hal itu sekali-sekali tidak memakai ukuran diri sendiri, segala
sesuatu yang akan dapat menyenangkan kepada dirinya, mestinya itulah seharusnya
dicita-citakannya terhadap makhluk lain.
Sloka
diatas memiliki pengertian yang sama dengan konsep tat twam asi. Kenapa
demikian? Karena dalam sloka sarasamuccaya tersebut menyebutkan bahwa segala
sesuatu yang dapat menyenangkan diri sendiri, hendaknya itulah yang
dicita-citakan kepada makhluk lain. Sungguh perbuatan yang sangat mulia dapat
membuat orang lain untuk bisa tersenyum dan senang dengan hal yang dapat
menyenangkan diri kita. Berarti, disini kita saling berbagi kepada makhluk lain untuk dapat merasakan apa
yang kita rasakan entah itu senang ataupun sedih.
Tidak
sebaliknya ingin membuat orang lain merasa sedih, sengsara, kecewa ataupun
kesusahan. Jika seseorang sayang akan hidupnya dia tidak akan melakukan hal
yang dapat membuat orang lain menderita. Tetapi bila kita lihat fakta yang terjadi
di kehidupan sekarang ini sangat banyak kita temui korban-korban kejahatan dari
orang yang ingin cepat mendapatkan kesenangan. Misalnya, seseorang yang ingin
cepat kaya ia tidak berusaha dengan cara bekerja yang halal, tetapi ia
melakukan cara-cara atau pun usaha yang dapat merugikan orang lain seperti,
merampok, mencuri dan menjambret. Selain itu untuk mendapatkan keinginannya
secara instan seseorang tega mengorbankan temanya demi kepentingan ia sendiri. Tentu
hal tersebut menimbulkan penderitaan dan kesedihan pada korbannya. Sedangkan
orang yang melakukan perbuatan yang tercela itu, ia akan merasakan kesenangan
tetapi hanya sebentar saja dirasakan, selanjutnya kesengsaraanlah yang akan
menunggu dan selalu dihantui dengan perasaan bersalah.
Kembali
lagi ke konsep tat twan asi, disini yang pertama dan penting harus kita samakan
terlebih dahulu adalah persepsi kita tentang tat twam asi itu, yaitu aku adalah
kamu. Lalu pada siapa saja kita harus merealisasikan tat twam asi ini? Jawabnya
tentu pada semua makhluk hidup yang ada didunia ini, baik yang hidup didarat,
di air, di dalam tanah. Bahkan diudara sekalipun mulai dari amuba, virus,
semut, cacing, burung atau unggas, gajah, sapi, kerbau, anjing, kucing dan seterusnya, lalu segala jenis
pepohonan atau tumbuh-tumbuhan, kemudian
manusia sampai dengan para dewa dan seterusnya adalah makhluk hidup. Menurut
Veda ada 8.400.000 jenis kehidupan di alam semesta ini dan Brahma adalah
makhluk hidup pertama yang diciptakan Tuhan.
Ini
termasuk bentuk-bentuk peningkatan ajaran veda. Konsep tat twan asi inilah yang
patut kita kembangkan, agar tidak terjadi kesewenang-wenangan manusia terhadap
manusia atau pun makhluk hidup lainnya. Disinilah perlunya ditumbuh- kembangkan
sikap yang selalu iklas untuk berbagi, membuat orang lain tersenyum dan merasa
senang demi terciptanya rasa ketentraman, persaudaraan dan kedamaian kita
semua.
Dengan
demikian jika setiap manusia mampu melaksanakan konsep tat twam asi tersebut,
maka kedamaian yang kita dambakan akan terwujud dengan indahnya. Kalau semua
makhluk dapat menyadari konsep tersebut, rasa cinta kasih itu pun tumbuh dan dapat
membina hubungan yang harmonis antara seseorang dengan makhluk hidup
disekitarnya. (08/12/2012)
0 komentar: